Al-Ma’un
الْمَاعُون
Teguran keras terhadap sikap mendustakan agama, menelantarkan anak yatim, enggan berbagi, dan salat yang hanya jadi formalitas tanpa makna.
Sejarah Turunnya Surat
Ulama berbeda pendapat (khilaf) tentang siapa yang dituju ayat-ayat awal surat ini. Ibnu Abbas menyebut Al-'Ash bin Wa'il As-Sahmi, sementara Imam As-Suddi menyebut Walid bin Mughirah. Ada pula riwayat yang menunjuk Abu Jahal dan Abu Sufyan.Karena beberapa riwayat ini sama-sama diriwayatkan ulama tafsir klasik tanpa ada yang pasti paling kuat, sebagian mufasir menyimpulkan surat ini turun sebagai teguran umum terhadap sifat yang banyak ditemui di kalangan orang munafik dan musyrik Makkah kala itu.
Dibaca setiap awal surat
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
Ayat 1
Pembukaanأَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ
A ra-aitalladzii yukadzdzibu biddiin
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
Ayat 2
فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ
Fadzaalikalladzii yadu'ul yatiim
Itulah orang yang menghardik anak yatim
Ayat 3
وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ
Wa laa yahudhdhu 'alaa tha'aamil miskiin
dan tidak menganjurkan untuk memberi makan orang miskin.
Ayat 4
Ancamanفَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ
Fawailul lil mushalliin
Celakalah orang-orang yang melaksanakan salat,
Ayat 5
الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
Alladziina hum 'an shalaatihim saahuun
(yaitu) yang lalai terhadap salatnya
Melalaikan salat mencakup lalai akan waktu dan tujuan salat serta bermalasan dalam mengerjakannya. Lalai di sini juga bukan berarti lupa jumlah rakaat, melainkan salat yang dikerjakan asal-asalan, tanpa kehadiran hati, dan tidak membekas pada perilaku sehari-hari.
Ayat 6
الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ
Alladziina hum yuraa-uun
yang berbuat riya
Riya adalah melakukan sesuatu perbuatan tidak untuk mencari keridaan Allah, tetapi untuk mencari pujian atau kemasyhuran di masyarakat.
Ayat 7
Penutupوَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ
Wa yamna'uunal maa'uun
dan enggan (memberi) bantuan.