Qur'an Surat Pendek

Al-Kafirun

الْكَافِرُون

Penegasan tegas Nabi Muhammad menolak tawaran kompromi ibadah dari pemuka Quraisy, ditutup dengan prinsip abadi: “Untukmu agamamu dan untukku agamaku.”

Juz 30 · Surat ke-109 Golongan Makkiyah Jumlah ayat 6
Sejarah Turunnya Surat
Surat ini turun sebagai jawaban tegas atas tawaran kompromi dari sejumlah pemuka Quraisy di Makkah, di antaranya Walid bin Mughirah, Al-'Ash bin Wa'il, Al-Aswad bin Abdul Muththalib, dan Umayyah bin Khalaf. Mereka mendatangi Nabi Muhammad ط dan mengusulkan: mereka bersedia menyembah Allah selama setahun, dengan syarat Nabi mau ikut menyembah berhala-berhala mereka secara bergantian pada tahun berikutnya.

Nabi Muhammad ط menolak tawaran itu tanpa kompromi. Allah kemudian menurunkan surat Al-Kafirun sebagai penegasan mutlak bahwa akidah tauhid tidak bisa dicampuradukkan dengan kemusyrikan.

Dibaca setiap awal surat

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Ayat 1

Pembukaan
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ
Qul yaa ayyuhal kaafiruun
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai orang-orang kafir,

Ayat 2

لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ
Laa a'budu maa ta'buduun
aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

Ayat 3

وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ
Wa laa antum 'aabiduuna maa a'bud
Kamu juga bukan penyembah apa yang aku sembah.

Ayat 4

وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ
Wa laa ana 'aabidum maa 'abadtum
Aku juga tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.

Ayat 5

وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ
Wa laa antum 'aabiduuna maa a'bud
Kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.

Ayat 6

Penutup & Prinsip
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
Lakum diinukum wa liya diin
Untukmu agamamu dan untukku agamaku.”
Ayat ini jadi dasar prinsip toleransi dalam Islam: menghormati perbedaan keyakinan tanpa mencampuradukkan akidah — bukan berarti membenarkan semua keyakinan sama benarnya (bukan pluralisme akidah).